Cara Cepat Dapat Uang....

Senin, 15 Juni 2009

Melihat Pantai dan Nikmati GROMBYANG

Melihat Bumi dengan Wisata, sebuah blog mencoba menawarkan SISI WISATA dari keindahan planet yang bernama BUMI ini.
Kita tinggal di BUMI ini sedari dilahirkan dan tempat wisata yang terindah kita kunjungi dan selalu ada dalam memori kita ialah tempat kita dilahirkan ataupun tempat kita dibesarkan.
PEMALANG...adalah Kota Kecil yang tidak begitu terkenal dibandingkan dua Kota yang mengapitkan di Jalur Utara Pantai Utara Jawa yakni Tegal dan Pekalongan.


Lihat Peta Lebih Besar

Google maps di atas menunjukkan lokasi PEMALANG kota IKHLAS, demikian katanya.
Kota yang Indah Komunikatif Hijau Lancar Aman dan Sehat...menjadi IKHLAS...

Menulis tentang Pemalang dengan melihatnya sebagai bagian kecil dari Kota yang ada di Planet Bumi ini, sangat menarik untuk bisa meniliknya lebih dalam dari Sejarah hingga Ke-Khas-an Wisatanya.

Bersumber dari situs resmi pemerintah Kabupaten Pemalang berikut cuplikan SEJARAH PEMALANG :

Keberadaan Pemalang dapat dibuktikan berdasarkan berbagai temuan arkeologis pada masa prasejarah. Temuan itu berupa punden berundak dan pemandian di sebelah Barat Daya Kecamatan Moga. Patung Ganesa yang unik, lingga, kuburan dan batu nisan di desa Keropak. Selain itu bukti arkeologis yang menunjukkan adanya unsur-unsur kebudayaan Islam juga dapat dihubungkan seperti adanya kuburan Syech Maulana Maghribi di Kawedanan Comal. Kemudian adanya kuburan Rohidin, Sayyid Ngali paman dari Sunan Ampel yang juga memiliki misi untuk mengislamkan penduduk setempat.

Eksistensi Pemalang pada abad XVI dapat dihubungkan dengan catatan Rijklof Van Goens dan data di dalam buku W FRUIN MEES yang menyatakan bahwa pada tahun 1575 Pemalang merupakan salah satu dari 14 daerah merdeka di Pulau Jawa, yang dipimpin oleh seorang pangeran atau raja. Dalam perkembangan kemudian, Senopati dan Panembahan Sedo Krapyak dari Mataram menaklukan daerah-daerah tersebut, termasuk di dalamnya Pemalang. Sejak saat itu Pemalang menjadi daerah vasal Mataram yang diperintah oleh Pangeran atau Raja Vasal.

Pemalang dan Kendal pada masa sebelum abad XVII merupakan daerah yang lebih penting dibandingkan dengan Tegal, Pekalongan dan Semarang. Karena itu jalan raya yang menghubungkan daerah pantai utara dengan daerah pedalaman Jawa Tengah (Mataram) yang melintasi Pemalang dan Wiradesa dianggap sebagai jalan paling tua yang menghubungkan dua kawasan tersebut.

lebih lengkap..silahkan klik...SEJARAH PEMALANG

Setelah membaca sejarahnya, mari kita lihat dari sisi makanan khas yang sangat ku gemari yakni GROMBYANG...



Makanan khas Pemalang ini banyak terdapat di sepanjang Jalan R.E. Martadinata, dan seputar alun-alun Kota Pemalang. Ramuan Grombyang terdiri dari nasi, irisan daging kerbau dan kuah, disajikan dalam mangkuk kecil dilengkapi sate kerbau. Nama Grombyang berasal dari bentuk penyajian makanan ini, antara isi dan kuah lebih banyak kuahnya sehingga kelihatan grombyang-grombyang (goyang-goyang).

Tidak diketahui dengan pasti kapan makanan khas ini mulai diciptakan. Namun, menurut penuturan para orang tua di Pemalang, makanan khas Grombyang sudah ada sejak tahun 1900-an. Pada waktu itu penjual Grombyang menjual dagangannya tidak menetap seperti sekarang tetapi berkeliling kampung.

Ciri khas Grombyang terletak pada tempat jualannya berupa kulai besar, tempat nasi ditutupi dengan kain merah, dan penerangan remang-remang dengan lampu templok. Ciri lainnya, pembeli menikmati hidangan dengan duduk di dingklik (kursi kecil pendek). Selain Grombyang masih ada jenis makanan khas lainnya seperti Sate Loso dan Kupat Dekem yang dapat dijumpai di Jalan R.E. Martadinata dan seputar alun-alun Kota Pemalang.

Selain GROMBYANg terdapat juga jajanan khas yang kebetulan para penjualnya berpusat di daerah tempat aku tinggal yakni dikenal dengan nama "KAMIR". Konon katanya itu merupakan KAMIR ARAB walaupun yang membuat adalah orang jawa pemalang. Sebuah jajanan yang terbuat dari tepung terigu, tape dan dicetak seperti halnya DORAYAKI kalau di JEPANG. Jajanan ini ada yang berukuran biasa saja hingga berukuran besar, dengan rasa yang berbeda-beda dari masing-masing pembuatnya. Ada ke-khas-an dari masing-masing produsen KAMIR ini walaupun mereka menggunakan bahan yang sama akan tetapi cara mereka mengolah itulah yang berbeda-beda.

Mari berwisata sambil membawa KAMIR, dan nanti malamnya kita menikmati GROMBYANG..Alangkah enaknya berjalan ke PANTAI WIDURI. Lokasi di Desa Widuri Kabupaten Pemalang (+ 3 Km Utara Kota Pemalang). Pantai Widuri merupakan obyek Wisata Pantai berhawa sejuk, pohon-pohon besar dan rindang berusia ratusan tahun yang berjajar rapi sepanjang bibir pantai. Senja hari para pengunjung dapat menikmati panorama sun set yang menawan. Lapangan tenis, panggung hiburan dan sarana mainan anak-anak. Obyek Wisata ini mudah dijangkau dengan berbagai macam jenis kendaraan.

Banyak lokasi wisata lain di Kota Kecil PEMALANG tempat kelahiranku...Silahkan klik dan kunjungi situs resminya WISATA PEMALANG.

-- end --

Mari berWISATA...pandangi keindahan BUMI,,,

Jagalah BUMI..Save Our Earth !!!

Salam,
Aji Putra Perdana
http://ajiputrap.blogspot.com/


Tatap Esok dengan Peduli BUMI


bersama mari Melihat Bumi dengan WISATA

Kamis, 30 April 2009

Melihat Binatang di Kebun....

Melihat Binatang di Kebun....

Kebun binatang adalah tempat di mana hewan dipelihara dalam lingkungan buatan serta dipertunjukkan kepada publik.

Berikut Kebun yang menjadi tempat Binatang tinggal...

Kebun Binatang Ragunan


Taman Margasatwa Ragunan didirikan pada tahun 1864 di Cikini dan dipindahkan ke Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada tahun 1966. Taman Margasatwa Ragunan dihuni oleh lebih dari 260 jenis satwa, termasuk satwa yang langka dan terancam punah dari Indonesia maupun dari sebagian dunia.

Datanglah dan lewati hari-hari yang indah beserta keluarga dan teman-teman Anda di Taman Margasatwa Ragunan. Disinilah tempat yang sangat menyenangkan untuk bepergian dan Anda pasti akan terkesan juga pada pusaka Margasatwa Negeri Indonesia kita yang unik ini.

-----------------------------------------------------------------------------------------------
Kebun Binatang Surabaya (KBS)

Kebun Binatang Surabaya (KBS) adalah salah satu kebun binatang yang populer di Indonesia, terletak di jalan Setail No. 1 Surabaya, KBS merupakan kebun binatang yang pernah terlengkap se-Asia Tenggara, didalamnya terdapat lebih dari 351 spesies satwa yang berbeda yang terdiri lebih dari 2.806 binatang. Termasuk didalamnya satwa langka Indonesia maupun dunia terdiri dari Mamalia, Aves, Reptilia, Pisces.

KBS merupakan tempat wisata yang menarik karena faktor letaknya yang berada di tengah-tengah kota Surabaya, diantara kesibukan kota metropolis ternyata masih dapat kita temukan tempat berbagai macam satwa yang sebagian besar biasanya hidup di alam bebas, hal ini dapat menjadi semacam tolak ukur bagi manusia untuk tetap menjaga keseimbangan alam dalam melestarikan satwa dan juga bagi anak-anak kecil mengunjungi KBS merupakan bagian pendidikan yang secara tidak langsung berguna untuk mengenal berbagai macam satwa yang ada supaya tertanam sejak dini perasaan mencintai seluruh alam dan isinya. Selain itu, KBS merupakan taman satwa yang artinya tempat atau wadah dengan fungsi utama konservasi ex-situ yang melakukan usaha perawatan dan penangkaran berbagai jenis satwa dalam rangka membentuk dan mengembangkan habitat baru sebagai sarana perlindungan dan pelestarian alam yang dimanfaatkan untuk pengembangan IPTEK serta untuk sarana rekreasi alam yang sehat.

Sasaran akhir taman satwa ini adalah : memperluas pemahaman dan apresiasi masyarakat tentang fungsi taman satwa, meningkatkan upaya kesejahteraan satwa, menciptakan kaitan antara konservasi ex-situ dengan in-situ, membentuk jaringan global antar taman satwa. Program pendidikan dan penelitian di Kebun Binatang Surabaya melaksanakan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan wahana keilmuan bagi masyarakat dan merupakan laboratorium hidup untuk lebih mencintai dan menghargai flora dan fauna sebagai kekayaan alam milik kita bersama.

Selama ini pada hari minggu atau hari-hari libur lainnya, KBS selalu dipenuhi pengunjung yang datang dari berbagai daerah, kota, bahkan turis mancanegara. Kalau dilihat sepintas perkembangan Kebun Binatang Surabaya sangat baik dan pantas untuk dibanggakan sebagai obyek wisata di Jawa Timur dan di Surabaya pada khususnya.

Falsafah KBS :

Aneka Binatang yang bertebaran hidup dibumi adalah anugerah Tuhan Yang Maha Esa dan bermanfaat bagi manusia dan keseimbangan alam sebagai sifat pengejahwantahan sifat Maha Pemurah dan Maha Pengasih dari Tuhan Yang Maha Esa kepada seluruh ciptaanNya.

Sejarah Kebun Binatang Surabaya :

Didirikan berdasar SK Gubernur Jenderal Belanda tanggal 31 Agustus 1916 No. 40, dengan nama Soerabaiasche Planten-en Dierentuin (Kebun Botani dan Binatang Surabaya) atas jasa seorang jurnalis bernama H.F.K. Kommer yang memiliki hobi mengumpulkan binatang. Dari segi finansial H.F.K Kommer mendapat bantuan dari beberapa orang yang mempunyai modal cukup.

Lokasi Berdiri :

Lokasi KBS yang pertama di Kaliondo, pada tahun 1916, kemudian pada tanggal 28 September 1917 pindah di jalan Groedo. Dan pada tahun 1920 pindah ke daerah Darmo untuk areal kebun binatang yang baru atas jasa OOST-JAVA STOOMTRAM MAATSCHAPPIJ atau Maskapai Kereta Api yang mengusahakan lokasi seluas 30.500 m2.

Letak Geografis KBS :

07o 17’ 34 LS dan 07o 17’ 51” LS

112o 34’ 56” BT dan 112o 35’ 15” BT

Jarak dari pusat kota : + 5 km

Jarak dari laut : + 12 km

Curah hujan rata-rata : 127 mm3/ml

Ketinggian : 3 – 6 m dpl

Suhu udara rata-rata/tahun : 27,6oC

Kelembapan rata-rata/tahun : 74 %

Struktur tanah : Lapisan Aluvial

Jenis Musim : Musim khusus


-----------------------------------------------------------------------------------------------

cukup banyak kebun binatang di Indonesia yang memerlukan perhatian....

sumber :
http://www.surabaya.go.id/pariwisata.php?page=kebun_binatang
http://kumpulan.info/wisata/tempat-wisata/53-tempat-wisata/69-liburan-murah-di-kebun-binatang.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Kebun_binatang

-- end --

Mari berWISATA...pandangi keindahan BUMI,,,

Jagalah BUMI..Save Our Earth !!!

Salam,
Aji Putra Perdana
http://ajiputrap.blogspot.com/

Tatap Esok dengan Peduli BUMI

bersama mari Melihat Bumi dengan WISATA

Selasa, 31 Maret 2009

Pasar di Jogja sebagai Obyek Wisata

Yogyakarta merupakan Daerah Istimewa dengan budaya dan obyek wisatanya yang luar biasa..Di Provinsi Yogyakarta yang terdiri dari 5 Kabupaten/Kota : Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Kulon Progo, dan Kabupaten Gunungkidul memiliki keanekaragaman budaya alam dan manusia yang begitu uniknya.

Kehidupan masyarakat Indonesia dengan tradisi perdagangannya yang cukup terkenal dengan nama PASAR dapat menjadi tujuan kunjungan atau wisata kita ketika di Yogyakarta.

Berikut Google Maps Yogyakarta untuk Pasar Beringharjo...silahkan view larger maps biar lebih semakin jelas...dan bisa menjelajah searching Pasar yang lainnya...


View Larger Map


Pasar dalam arti sempit adalah tempat dimana permintaan dan penawaran bertemu, dalam hal ini lebih condong ke arah pasar tradisional. Sedangkan dalam arti luas adalah proses transaksi antara permintaan dan penawaran, dalam hal ini lebih condong ke arah pasar modern. Permintaan dan Penawaran dapat berupa Barang atau Jasa.

Pasar tradisional merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli serta ditandai dengan adanya transaksi penjual pembeli secara langsung dan biasanya ada proses tawar-menawar, bangunan biasanya terdiri dari kios-kios atau gerai, los dan dasaran terbuka yang dibuka oleh penjual maupun suatu pengelola pasar. Kebanyakan menjual kebutuhan sehari-hari seperti bahan-bahan makanan berupa ikan, buah, sayur-sayuran, telur, daging, kain, pakaian barang elektronik, jasa dan lain-lain. Selain itu, ada pula yang menjual kue-kue dan barang-barang lainnya. Pasar seperti ini masih banyak ditemukan di Indonesia, dan umumnya terletak dekat kawasan perumahan agar memudahkan pembeli untuk mencapai pasar. Beberapa pasar tradisional yang "legendaris" antara lain adalah pasar Beringharjo di Jogja, pasar Klewer di Solo, pasar Johar di Semarang. Pasar tradisional di seluruh Indonesia terus mencoba bertahan menghadapi serangan dari pasar modern.

Pasar Beringharjo

Yogyes.Com dalam situsnya mengatakan bahwa "Beringharjo, Pasar Tradisional Terlengkap di Yogyakarta"

Pasar Beringharjo menjadi sebuah bagian dari Malioboro yang sayang untuk dilewatkan. Bagaimana tidak, pasar ini telah menjadi pusat kegiatan ekonomi selama ratusan tahun dan keberadaannya mempunyai makna filosofis. Pasar yang telah berkali-kali dipugar ini melambangkan satu tahapan kehidupan manusia yang masih berkutat dengan pemenuhan kebutuhan ekonominya. Selain itu, Beringharjo juga merupakan salah satu pilar 'Catur Tunggal' (terdiri dari Kraton, Alun-Alun Utara, Kraton, dan Pasar Beringharjo) yang melambangkan fungsi ekonomi.

read more...baca lebih lanjut silahkan..klik: Pasar Beringharjo...

Selain Pasar Beringharjo yang terletak di Malioboro, jika anda tertarik mencari barang-barang BEKAS dan UNIK silahkan kunjungi Pasar Klithikan Yogyakarta...

"Pasar Klithikan Yogyakarta, Berburu Barang Bekas dan Unik"

Tak ada kejelasan tentang kapan Klithikan mulai ada. Namun, nama Klithikan sendiri mulai dikenal masyarakat Yogyakarta sejak tahun 1960-an ketika kondisi ekonomi agak memburuk. read more...

Anda kurang tertarik dengan barang BEKAS???tapi anda lebih tertarik dengan BURUNG..kunjungilah Pasar Ngasem...Pasar Burung Tertua di Jogja Never Ending Asia...

Ngasem, Pasar Burung Tertua di Yogyakarta

Berkelana ke Pasar Ngasem bisa dikatakan keharusan setelah mengunjungi Kraton Yogyakarta. Selain karena lokasinya yang hanya 400 meter barat Kraton, juga karena pasar ini akan memberikan info penting tentang apa yang dianggap bergengsi di masa kerajaan dahulu. Setelah kuda sebagai alat transportasi dan keris sebagai senjata, burung ada di tempat ketiga sebagai pengukur status sosial. Pasar Ngasem menawarkan berbagai macam burung dengan keindahan kenampakan dan suaranya, serta kegiatan para pecintanya. read more...

Wach..masih kurang puas berburu barang, burung, baju, dan lain sebagainya di daerah Malioboro, Ngasem, Klitikan...mari bertamasya ke daerah Bantul..kunjungilah :

Pasar Gabusan, Surga Kerajinan Bantul

Ada cara lain untuk menikmati karya seni warga Bantul tanpa harus kelelahan menjelajahi setiap dusun yang memproduksinya, yaitu dengan mendatangi Pasar Seni Gabusan. Pasar yang berlokasi di Jalan Parangtritis km 9 ini selama 2 tahun terakhir telah menjadi pusat jual beli kerajinan dari seluruh Bantul. Bukan sekedar pasar, Gabusan juga dilengkapi dengan fasilitas lain, seperti tempat jajan, akses teknologi informasi hingga toko kebutuhan sehari-hari.

read more...


Mari berwisata nikmati PASAR-PASAR Tradisional bangsa Indonesia tercinta ini...
Kunjungilah dan lestarikan budaya bangsa..Jaga tuk kelangsungan Nusantara..

-- end --

Mari berWISATA...pandangi keindahan BUMI,,,

Jagalah BUMI..Save Our Earth !!!

Salam,
Aji Putra Perdana
http://ajiputrap.blogspot.com/

Tatap Esok dengan Peduli BUMI

bersama mari Melihat Bumi dengan WISATA

Jumat, 27 Maret 2009

Situ Gintung, Jebolnya Tanggul Wisata Air

Kawasan Wisata Air Situ Gintung yang dikelola Dinas Pariwisata Provinsi Banten JEBOL tanggulnya.

Sebagai kawasan wisata, Situ Gintung dikenal dengan nama Pulau Situ Gintung. Tempat wisata ini merupakan salah satu kawasan favorit warga Jakarta yang hendak melepaskan penat tanpa harus pergi jauh. Dari Pondok Indah, lokasi ini bisa ditempuh hanya dalam tempo 10 menit.

Dengan luas lebih dari 5 hektar lahan yang ditumbuhi berbagai pohon dan tumbuhan yang telah berusia puluhan tahun menjadikan kesegaran udara dan keindahan alam kawasan ini tidak kalah dengan Puncak Bogor. (sumber: vivanews)

Situ Gintung memiliki keindahan yang luar biasa, terekam dalam foto oleh Agus G. Riyana

Keindahan Situ Gintung

SEBUAH PEMANDANGAN YANG SANGAT INDAH BERUBAH SECARA DRAMASTIS !!!

Kapasitas air yang bisa ditampung di Situ Gintung hanya sekitar 1,5 juta meter kubik. Namun akibat hujan deras, debit air melonjak hingga 1,5 juta meter kubik. Akibatnya saluran pelimpahan tidak mampu menampung air yang meluap dan jebol.VIVAnews

Kronologi Jebolnya tanggul Situ Gintung yang dihimpun okezone,menurut keterangan warga Kampung Situ, Ibu Erna, Ibu Lina, dan Pak Mulyadi.

Kamis 26 Maret

Pukul 16.00 WIB, hujan deras disertai es dan angin kencang melanda kawasan Jakarta Selatan dan sekitarnya, termasuk wilayah Ciputat dan Cirendeu.
Pukul 23.00 WIB, warga mulai mendengar suara gemuruh dari arah tanggul.
Pukul 24.00 WIB, beberapa warga mulai berbenah dan siaga.

Jumat 27 Maret

Pukul 03.00 WIB, warga mulai mendengar suara gemuruh lebih keras dari sebelumya. Suara berasal dari arah tanggul. Tanggul jebol.
Pukul 03.30 WIB, air sudah menerjang Kampung Situ RT 1/8 Cirendeu, Ciputat, Tangerang, Banten.
Pukul 04.00 WIB, warga mulai mengungsi. Air meninggi.
Pukul 05.00 WIB, Beberapa warga mulai naik ke atap rumah, pertolongan dari warga yang rumahnya tidak terendam.
Pukul 08.00 WIB, empat warga dibawa ke RS Fatmawati.
Pukul 10.00 WIB, Kapolres Tangerang datang meninjau lokasi.
###

Korban meninggal terus bertambah, 20 Nama Korban tewas di RS Fatmawati (sumber: detik.com).

Jebolnya tanggul Situ Gintung tampaknya turut menghanyutkan isi danau keluar. Ikan Patin seberat 45 kg yang diduga berasal dari danau ditemukan warga di sungai.


Berikut Peta Situ Gintung dilihat dari Google Earth :


View Larger Map

-- end --

Mari berDO'A tuk saudara-saudara kita

pandangi keindahan BUMI,,,

Jagalah BUMI..Save Our Earth !!!

Salam,
Aji Putra Perdana
http://ajiputrap.blogspot.com/

Tatap Esok dengan Peduli BUMI

bersama mari Melihat Bumi dengan WISATA

Rabu, 25 Maret 2009

Melihat Candi sebagai Peninggalan Budaya

Melihat Candi sebagai Peninggalan Budaya

Bersumber dari wikipidea mengenai Candi:

Candi adalah sebuah bangunan tempat ibadah dari peninggalan masa lampau yang berasal dari agama Hindu-Buddha. Digunakan sebagai tempat pemujaan dewa-dewa. Namun demikian, istilah 'candi' tidak hanya digunakan oleh masyarakat untuk menyebut tempat ibadah saja. Banyak situs-situs purbakala lain dari masa Hindu-Buddha atau Klasik Indonesia, baik sebagai istana, pemandian/petirtaan, gapura, dan sebagainya, disebut dengan istilah candi.

Suatu candi di masa lampau biasanya berfungsi dan digunakan masyarakat dari latar belakang agamanya, yaitu Hindu-Saiwa, Budha Mahayana, Siwa Buddha dan Rsi.

Bangunan candi terbagi menjadi:

1. Candi Kerajaan, yaitu yang digunakan oleh seluruh warga kerajaan. Contoh: C.Borobudur, C.Prambanan, C.Sewu, C.Plaosan (Jawa Tengah), C.Panataran di Jawa Timur.
2. Candi Wanua/watak,yaitu candi yang digunakan oleh seluruh masyarakat pada daerah tertentu pada suatu kerajaan. Contoh:candi yang berasal dari masa Majapahit,C.Sanggrahandi (Tulung Agung, Jawa Tengah), C.Gebang (Yogya),C.Pringapus (tulung Agung, Jawa Tengah).
3. Candi pribadi, yaitu candi yang digunakan untuk mendharmakan seorang tokoh. Contoh: C.Kidal (pendharmaan Anusapati,raja Singhasari), C.Jajaghu (Pendharmaan Wisnuwardhana,raja Singhasari), C.Ngrimbi (pendharmaan Tribuanatunggadewi, ibu Hayam Wuruk),C. Tegawangi (pendharmaan Bhre Matahun), dan C. Surawana (pendharmaan Bhre Wengker).

------------------------------------------------------------------------------------

Bersumber dari Yogyes.Com menuliskan Candi :

Ada dua jenis candi di Indonesia, candi Hindu dan candi Budha. Sebagian besar candi-candi di Yogyakarta merupakan peninggalan kerajaan-kerajaan agung di abad ke-8 dan 9.

-------------------------------------------------------------------------------------------------

Mari berwisata nikmati keindahan peninggalan budaya bangsa Indonesia tercinta ini...
Kunjungilah dan lestarikan budaya bangsa..Jaga tuk kelangsungan Nusantara..

-- end --

Mari berWISATA...pandangi keindahan BUMI,,,

Jagalah BUMI..Save Our Earth !!!

Salam,
Aji Putra Perdana
http://ajiputrap.blogspot.com/

Tatap Esok dengan Peduli BUMI

bersama mari Melihat Bumi dengan WISATA

Selasa, 24 Maret 2009

Dukung Pulau KOMODO sebagai 7 Keajaiban DUNIA

Dukung Pulau KOMODO sebagai 7 Keajaiban DUNIA

Komodo National Park


Komodo National Park lies in the Wallacea Region of Indonesia, identified by WWF and Conservation International as a global conservation priority area. The Park is located between the islands of Sumbawa and Flores at the border of the Nusa Tenggara Timur (NTT) and Nusa Tenggara Barat (NTP) provinces. It includes three major islands, Komodo, Rinca and Padar, and numerous smaller islands together totaling 603 km2 of land. The total size of Komodo National Park is presently 1,817 km2. Proposed extensions of 25 km2 of land (Banta Island) and 479 km2 of marine waters would bring the total surface area up to 2,321 km2.


Komodo National Park was established in 1980 and was declared a World Heritage Site and a Man and Biosphere Reserve by UNESCO in 1986. The park was initially established to conserve the unique Komodo dragon (Varanus komodoensis), first discovered by the scientific world in 1911 by J.K.H. Van Steyn. Since then conservation goals have expanded to protecting its entire biodiversity, both marine and terrestrial.

Komodo National Park is currently among three destination in Indonesia that has been qualified in the New 7 Wonders of Nature campaign held by the New 7 Wonders Foundation (two other candidates is Lake Toaba and Krakatau Island). You may support Komodo National Park to become the New 7 Wonders of Nature by voting through the following the URL:

http://www.new7wonders.com/nature/en/liveranking/

More detailed information : http://www.my-indonesia.info/page.php?ic=1132&id=3243


HOW TO GET THERE


While most visitors enter Komodo National Park (KNP) through the gateway cities of Labuan Bajo in the west of Flores or Bima in eastern Sumbawa, the departure point for your trip is actually Denpasar, Bali.

By Air:
Indonesia Air Transport (IAT)
Depart : Everyday
DPS - LBJ : 10.00 – 11.30
LBJ - DPS : 12.00 – 13.30

Price:
Y CLASS : IDR 751.000
H CLASS : IDR 696.000
Q CLASS : IDR 641.000 (NON REFUND TICKET)

Trans Nusa Airlines (TGN)
Depart : Everyday
DPS – LBJ : 10.00 – 11.50 & 13.00 – 14.20
LBJ – DPS VIA BMU (BIMA) : 12.05 - 12.35
BMU-DPS : 12.50 – 13.45
LBJ – DPS : 14.35 – 15.15

Price
Y CLASS : IDR 761.000
L CLASS : IDR 651.000
M CLASS : IDR 541.000

By Land:
The gateway cities of Labuan Bajo and Bima are connected to Denpasar, Bali by overland buses.

By Sea (ferry):
Travel time: approximately 36 hours

The gateway cities of Labuan Bajo and Bima are also connected to Denpasar, Bali by inter-island ferry.

Contact the Indonesia Sea Transportation Company (PELNI) at Jalan Raya Kuta No. 299, Tuban - Bali (Tel: 0361 - 763 963) to reserve a seat on the KM. Tilong Kabila, which departs Benoa Port, Bali bound for Bima and Labuan Bajo

Benoa-Bima-Labuan Bajo
Fortnightly (every two weeks) on Saturdays: 09.00-20.00 (next day).
One-way ticket (as of 10/6/06) from Rp. 143,000.00 - Rp. 435,000.00

Labuan Bajo-Bima-Benoa
Fortnightly (every two weeks) on Thursdays: 08.00-11.00 (next day).
One-way ticket (as of 10/6/06) from Rp. 143,000.00 - Rp. 435,000.00

Note: the ferry schedule and ticket prices may change with or without prior notice

By Sea (live-aboard):
Komodo National Park is serviced by a wide range of live-aboard boats, with return packages to Komodo National Park from a variety of departure points, including Bali, Lombok, Bima and Labuan Bajo

Prices (as of 10/6/06) are ranging from USD 230.00 - USD 295.00 / person / night.

From Gateway Cities to Komodo National Park (KNP)
You can easily organize a shared boat charter by local boat from either ports at Labuan Bajo or Bima (Sape) to the two major points of access in the Park: Loh Liang (on Komodo Island) or Loh Buaya (on Rinca Island)

Charter price (as of 10/6/06) - excluding meals, KNP entrance fee etc:
Labuan Bajo: KNP: Rp. 750,000 - 1,500,000 per boat / day
Bima (Sape): KNP: Rp. 1,500.000 - 2,000.000 per boat / day

"Note: the charter prices may change with or without prior notice"

For more information please contact:
Komodo Marine National Park Office
Jl. Kasimo Labuan Bajo
West Flores, East Nusa Tenggara 86445
Ph. +62 385 41004
Fax. +62 385 41006
e-mail: tnkomodo@indosat.org
=]
=]
=]
=]
=]

PT Putri Naga Komodo
Bali: Jl. Pengembak No.2 Sanur 80228, Bali T: +62 381 780 2408 F: +62 361 747 4398
Labuan Bajo: Gg.Masjid, Kampung Cempa. Labuan Bajo, 86554 West Manggarai. East Nusa Tenggara. T: +62 385 41448 F: +62 385 41225
E-mail: info@putrikomodo.com Website: www.komodonationalpark.org / www.gokomodo.org
=]
=]
=]
=]
=]

************************ location of KOMODO ISLAND ******************************

View Larger Map

-- end --

Mari berWISATA...pandangi keindahan BUMI,,,

Jagalah BUMI..Save Our Earth !!!

Salam,
Aji Putra Perdana
http://ajiputrap.blogspot.com/

Tatap Esok dengan Peduli BUMI

bersama mari Melihat Bumi dengan WISATA

Senin, 23 Maret 2009

Melihat Bawah Laut Papua Laksana "Surga"

Melihat Bawah Laut Papua Laksana "Surga" - mengupas kembali tulisan mengenai keindahan bawah laut Papua.

Inilah 'Surga' di Bawah Laut Papua begitulah Judul yang tertulis di beberapa web http://www.infopapua.com/ dan blog lainnya yang bersumber dari tulisan di Media Indonesia ( Selasa, 07 Juni 2005 - 11:45 AM)

Berikut tulisan lengkapnya :

Papua, BILA Anda penikmat panorama kehidupan bawah laut, coba bandingkan lokasi yang Anda ketahui dengan kawasan laut di Kabupaten Raja Ampat. Kekaguman pasti segera terlontar.

Selain panorama indah di atas permukaan laut, biota di dalam laut pun menjanjikan keindahan. Berbagai jenis ikan bermacam ukuran dan warna hilir mudik tiada henti. Beraneka ragam karang keras dan lunak menambah semarak kehidupan.

Kepulauan Raja Ampat terletak di ujung paling barat Pulau Papua. Akan tetapi, informasi keindahan alam kabupaten ini tidak ditemui dalam buku panduan wisata reguler di Indonesia. Segala cerita dan foto mengenai daerah ini justru berasal dari dunia internet.

Banyak orang asing yang berprofesi sebagai peneliti kehidupan laut, penyelam profesional, fotografer, atau turis biasa membuat situs tentang kehidupan bawah air laut Raja Ampat.

Mereka rata-rata terkesan dengan keindahan alam bawah air Raja Ampat. Dr John Veron, ahli karang berpengalaman dari Australia, misalnya. Dalam sebuah situs ia mengungkapkan, Kepulauan Raja Ampat yang terletak sekitar 50 mil sebelah barat-utara Sorong mempunyai kawasan karang terbaik di Indonesia. Sekitar 450 jenis karang sempat diidentifikasi selama dua pekan penelitian di daerah itu.

Dari 450 jenis karang itu, tujuh jenis di antaranya merupakan temuan baru bagi dunia ilmu pengetahuan karang dan belum pernah ditemukan di dunia lain. "Menemukan karang dalam satu kali kunjungan, belum pernah saya temukan selama hidup. Bahkan, belum ada penelitian karang yang dapat menemukan lebih dari 450 jenis karang," tutur Veron.

Serupa dengan Veron, Gerry Allen, ahli ikan karang dan ikan air tawar yang telah bekerja 25 tahun di seluruh dunia, mengaku belum pernah memiliki pengalaman seperti yang diperolehnya di Kepulauan Raja Ampat. Di sana ia menemukan sejumlah keindahan taman laut yang paling indah dan murni dari seluruh taman laut di Indonesia.

"Unbelievable, luar biasa. Baru kali ini saya berhasil menghitung 283 jenis ikan karang dalam satu kali penyelaman selama 80 menit. Ini adalah rekor tertinggi dalam karier penelitian saya," kata Allen yang telah menulis ratusan buku tentang ikan itu.

Tim ahli dari Conservation International, The Nature Conservancy, dan Lembaga Oseanografi Nasional (LON) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pernah melakukan penilaian cepat pada 2001 dan 2002. Hasilnya, mereka mencatat di perairan ini terdapat lebih dari 540 jenis karang keras (75% dari total jenis di dunia), lebih dari 1.000 jenis ikan karang, 700 jenis moluska, dan catatan tertinggi bagi gonodactyloid stomatopod crustaceans.

Angka-angka tersebut melebihi hasil temuan dengan metode yang sama di kawasan Milne Bay (Papua Nugini), Pulau Bunaken, dan Kepulauan Togean.

"Penemuan ini membuktikan dugaan sebelumnya bahwa Raja Ampat menjadi pusat penyebaran karang di dunia," kata Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Raja Ampat J Becky Rahawarin ketika ditemui Media.

Menurut riset yang dilakukan tim ekspedisi Media Indonesia-Metro TV bersama Departemen Perikanan dan Kelautan (DPK) Republik Indonesia, kejernihan air laut secara vertikal mencapai 30 sampai 33 meter. Sedangkan jarak pandang (visibility) secara horizontal sekitar 15 sampai 20 meter pada kedalaman 10 meter. Dan kondisi ini merupakan kondisi lingkungan yang mendukung kehidupan terumbu karang secara optimal. "Hal ini juga sangat baik bagi penyelam untuk menikmati bawah laut Raja Ampat," kata Widodo S Pranowo, peneliti DPK.

Untuk menjaga kelestarian bawah laut Kepulauan Raja Ampat, pemerintah telah menetapkan laut sekitar Waigeo Selatan, yang meliputi pulau-pulau kecil seperti Gam, Mansuar, kelompok Yeben dan kelompok Batang Pele, telah disahkan sebagai Suaka Margasatwa Laut. Menurut SK Menhut No 81/Kpts-II/1993, luas wilayah ini mencapai 60.000 hektare.

Selain itu, beberapa kawasan laut lainnya telah diusulkan untuk menjadi kawasan konservasi. Masing-masing adalah Suaka Margasatwa Laut Pulau Misool Selatan (luas 4.319 ha), laut Pulau Kofiau (7.187 ha), laut Pulau Asia (7.000 ha), laut Pulau Sayang (96.000 ha), dan Laut Pulau Ayau (168.630 ha).

Menurut Becky, usulan kawasan konservasi yang baru ini sedang diproses. "Apabila disetujui, berarti kumulatif luas kawasan konservasi di Kepulauan Raja Ampat berluas 772.608 ha atau 16,75 persen dari total luas Kepulauan Raja Ampat," ujarnya. (Aries Wijaksena/S-4)

(sumber: media indonesia)

Mari berWISATA...pandangi keindahan BUMI,,,

Jagalah BUMI..Save Our Earth !!!

Salam,
Aji Putra Perdana
http://ajiputrap.blogspot.com/

Tatap Esok dengan Peduli BUMI

bersama mari Melihat Bumi dengan WISATA

Pilihan...