Melihat Bumi dengan Wisata, sebuah blog mencoba menawarkan SISI WISATA dari keindahan planet yang bernama BUMI ini.
Kita tinggal di BUMI ini sedari dilahirkan dan tempat wisata yang terindah kita kunjungi dan selalu ada dalam memori kita ialah tempat kita dilahirkan ataupun tempat kita dibesarkan.
PEMALANG...adalah Kota Kecil yang tidak begitu terkenal dibandingkan dua Kota yang mengapitkan di Jalur Utara Pantai Utara Jawa yakni Tegal dan Pekalongan.
Lihat Peta Lebih Besar
Google maps di atas menunjukkan lokasi PEMALANG kota IKHLAS, demikian katanya.
Kota yang Indah Komunikatif Hijau Lancar Aman dan Sehat...menjadi IKHLAS...
Menulis tentang Pemalang dengan melihatnya sebagai bagian kecil dari Kota yang ada di Planet Bumi ini, sangat menarik untuk bisa meniliknya lebih dalam dari Sejarah hingga Ke-Khas-an Wisatanya.
Bersumber dari situs resmi pemerintah Kabupaten Pemalang berikut cuplikan SEJARAH PEMALANG :
Keberadaan Pemalang dapat dibuktikan berdasarkan berbagai temuan arkeologis pada masa prasejarah. Temuan itu berupa punden berundak dan pemandian di sebelah Barat Daya Kecamatan Moga. Patung Ganesa yang unik, lingga, kuburan dan batu nisan di desa Keropak. Selain itu bukti arkeologis yang menunjukkan adanya unsur-unsur kebudayaan Islam juga dapat dihubungkan seperti adanya kuburan Syech Maulana Maghribi di Kawedanan Comal. Kemudian adanya kuburan Rohidin, Sayyid Ngali paman dari Sunan Ampel yang juga memiliki misi untuk mengislamkan penduduk setempat.
Eksistensi Pemalang pada abad XVI dapat dihubungkan dengan catatan Rijklof Van Goens dan data di dalam buku W FRUIN MEES yang menyatakan bahwa pada tahun 1575 Pemalang merupakan salah satu dari 14 daerah merdeka di Pulau Jawa, yang dipimpin oleh seorang pangeran atau raja. Dalam perkembangan kemudian, Senopati dan Panembahan Sedo Krapyak dari Mataram menaklukan daerah-daerah tersebut, termasuk di dalamnya Pemalang. Sejak saat itu Pemalang menjadi daerah vasal Mataram yang diperintah oleh Pangeran atau Raja Vasal.
Pemalang dan Kendal pada masa sebelum abad XVII merupakan daerah yang lebih penting dibandingkan dengan Tegal, Pekalongan dan Semarang. Karena itu jalan raya yang menghubungkan daerah pantai utara dengan daerah pedalaman Jawa Tengah (Mataram) yang melintasi Pemalang dan Wiradesa dianggap sebagai jalan paling tua yang menghubungkan dua kawasan tersebut.
lebih lengkap..silahkan klik...SEJARAH PEMALANG
Setelah membaca sejarahnya, mari kita lihat dari sisi makanan khas yang sangat ku gemari yakni GROMBYANG...
Makanan khas Pemalang ini banyak terdapat di sepanjang Jalan R.E. Martadinata, dan seputar alun-alun Kota Pemalang. Ramuan Grombyang terdiri dari nasi, irisan daging kerbau dan kuah, disajikan dalam mangkuk kecil dilengkapi sate kerbau. Nama Grombyang berasal dari bentuk penyajian makanan ini, antara isi dan kuah lebih banyak kuahnya sehingga kelihatan grombyang-grombyang (goyang-goyang).
Tidak diketahui dengan pasti kapan makanan khas ini mulai diciptakan. Namun, menurut penuturan para orang tua di Pemalang, makanan khas Grombyang sudah ada sejak tahun 1900-an. Pada waktu itu penjual Grombyang menjual dagangannya tidak menetap seperti sekarang tetapi berkeliling kampung.
Ciri khas Grombyang terletak pada tempat jualannya berupa kulai besar, tempat nasi ditutupi dengan kain merah, dan penerangan remang-remang dengan lampu templok. Ciri lainnya, pembeli menikmati hidangan dengan duduk di dingklik (kursi kecil pendek). Selain Grombyang masih ada jenis makanan khas lainnya seperti Sate Loso dan Kupat Dekem yang dapat dijumpai di Jalan R.E. Martadinata dan seputar alun-alun Kota Pemalang.
Selain GROMBYANg terdapat juga jajanan khas yang kebetulan para penjualnya berpusat di daerah tempat aku tinggal yakni dikenal dengan nama "KAMIR". Konon katanya itu merupakan KAMIR ARAB walaupun yang membuat adalah orang jawa pemalang. Sebuah jajanan yang terbuat dari tepung terigu, tape dan dicetak seperti halnya DORAYAKI kalau di JEPANG. Jajanan ini ada yang berukuran biasa saja hingga berukuran besar, dengan rasa yang berbeda-beda dari masing-masing pembuatnya. Ada ke-khas-an dari masing-masing produsen KAMIR ini walaupun mereka menggunakan bahan yang sama akan tetapi cara mereka mengolah itulah yang berbeda-beda.
Mari berwisata sambil membawa KAMIR, dan nanti malamnya kita menikmati GROMBYANG..Alangkah enaknya berjalan ke PANTAI WIDURI. Lokasi di Desa Widuri Kabupaten Pemalang (+ 3 Km Utara Kota Pemalang). Pantai Widuri merupakan obyek Wisata Pantai berhawa sejuk, pohon-pohon besar dan rindang berusia ratusan tahun yang berjajar rapi sepanjang bibir pantai. Senja hari para pengunjung dapat menikmati panorama sun set yang menawan. Lapangan tenis, panggung hiburan dan sarana mainan anak-anak. Obyek Wisata ini mudah dijangkau dengan berbagai macam jenis kendaraan.
Banyak lokasi wisata lain di Kota Kecil PEMALANG tempat kelahiranku...Silahkan klik dan kunjungi situs resminya WISATA PEMALANG.
-- end --
Jagalah BUMI..Save Our Earth !!!
Salam,
Aji Putra Perdana
http://ajiputrap.blogspot.com/



0 komentar:
Poskan Komentar